Uji Viabilitas sel adalah suatu metode yang dilakukan untuk mengevaluasi kemampuan sel untuk bertahan hidup dan tetap hidup dalam kondisi tertentu. Uji ini dapat memberikan informasi tentang tingkat kesehatan dan kehidupan sel dalam suatu sampel. Pada umumnya digunakan dalam berbagai aplikasi seperti penyimpanan sel, pengelompokan sel untuk eksperimen, dan persiapan sel untuk implantasi ke organisme. Uji sitotoksisitas sel adalah sebuah metode yang digunakan untuk mengukur efek toksisitas substansi atau zat terhadap sel hidup. Uji sitotoksisitas biasanya dilakukan di laboratorium dengan menggunakan sel hidup yang diberikan perlakuan tertentu, seperti eksposur terhadap zat kimia atau bahan alami. Digunakan untuk penentuan tingkat kematian sel yaitu penilaian seberapa jauh substansi yang diuji dapat menyebabkan kematian sel. Hasil dari pengujian dapat digunakan untuk menentukan dosis maksimal suatu zat yang dapat ditoleransi oleh sel hidup. Dapat digunakan juga untuk evaluasi efektifitas dalam kerusakan sel pada struktur dan fungsi sel hidup, misalnya adalah mendeteksi perubahan dalam struktur morfologi, pembelahan sel yang tidak normal atau kerusakan pada membran sel. Kemudian dapat digunakan untuk penentuan aktivitas antiproliferasi di antaranya menguji potensi suatu zat dalam menghambat pertumbuhan sel. Jika suatu zat memiliki efek antiproliferasi yang kuat, maka dapat menjadi kandidat untuk pengembangan obat antikanker. Uji sitotoksisitas juga dapat membedakan sejauh mana sel-sel yang berbeda rentan terhadap efek toksis dari suatu zat atau bahan untuk menentukan sensitivitas sel terhadap agen patogen atau senyawa tertentu.

Mitra Utama Indolab menyediakan Servicebio® Cell Counting Kit-8 yaitu kit yang dapat digunakan untuk mendeteksi secara cepat dan sangat sensitif yang banyak digunakan untuk uji viabilitas dan uji sitotoksisitas. Prinsip deteksi pada Cell Counting Kit-8 adalah keberadaan reagen electronic coupling, senyawa WST-8 direduksi oleh dehidrogenase intraseluler menjadi senyawa formazan berwarna oranye-kuning yang larut dalam air. Nilai absorbansi maksimum pada kit ini adalah 450 nm. Jumlah formazan sebanding dengan jumlah sel yang hidup, yaitu semakin banyak dan cepat proliferasi sel maka semakin pekat warnanya; semakin besar sitotoksisitas maka semakin terang warnanya. Untuk sel yang sama, terdapat hubungan linier antara bayangan warna dan jumlah sel. WST-8 dalam kit ini tidak memiliki toksisitas yang spesifik terhadap sel sehingga dapat digunakan untuk mendeteksi sitotoksisitas yang diinduksi oleh berbagai macam obat-obatan dan reagen sitotoksik, atau deteksi pertumbuhan sel. Kit ini adalah turunan dari metode deteksi MTT. Cell Counting Kit-8 sudah siap digunakan dan tidak memerlukan persiapan atau pengenceran serta tidak membutuhkan senyawa formazan.


Berikut merupakan langkah-langkah uji viabilitas dan uji sitotoksisitas menggunakan servicebio Cell Counting Kit-8.

Uji Viabilitas Sel

  1. Suspensi sel benih (100 µL/lwell) dalam plate 96 well. Pra-inkubasi plate dalam inkubator (pada suhu 37°C, 5% CO2).
  2. Tambahkan 10 µL larutan CCK-8 ke masing-masing well (hati-hati jangan sampai membuat gelembung udara di dalam well karena akan mempengaruhi pembacaan OD).
  3. Inkubasi plate kultur dalam inkubator selama 2 jam.
  4. Ukur absorbansi pada 450 nm dengan microplate reader.
  5. Jika nilai OD tidak akan diukur maka dapat menambahkan 10 µL HCl 0,1M atau larutan 1% SDS (W/V) ke masing-masing well, tutup plate kultur dan simpan pada suhu kamar di tempat gelap. Nilai absorbansi tidak akan berubah dalam 24 jam.

Uji Sitotoksisitas

  1. Siapkan 100 µL suspensi sel dalam plate 96 well. Pra-inkubasi plate selama 24 jam dalam inkubator (pada suhu 37 °C, 5% CO2);
  2. Tambahkan 10 µL zat uji dengan konsentrasi berbeda ke kultur plate. Inkubasi dalam inkubator untuk jangka waktu yang sesuai (misalnya: 6, 12, 24 atau 48 jam);
  3. Tambahkan 10 µL larutan CCK-8 ke masing-masing well (hati-hati jangan sampai ada gelembung udara di dalam well karena akan mempengaruhi pembacaan OD). Jika zat yang akan diuji bersifat oksidatif atau pereduksi, efek obat dapat dihilangkan dengan mengganti media dengan media baru (menghilangkan media, mencuci sel dua kali dengan media, lalu menambahkan media baru) sebelum menambahkan CCK-8;
  4. Inkubasi plate dalam inkubator selama 2 jam;
  5. Ukur absorbansi pada 450 nm dengan pembaca pelat mikro;
  6. Jika nilai OD tidak akan diukur, dapat menambahkan 10 µL HCl 0,1M atau larutan 1% SDS (W/V) ke masing-masing well dan menutup plate kultur dan simpan pada suhu kamar di tempat gelap. Nilai absorbansi tidak berubah dalam 24 jam.