Sekolah Farmasi ITB memiliki laboratorium baru yaitu laboratorium farmasetika ITB. Dalam rangka memperluas fasilitas laboratorium, Sekolah Farmasi ITB bekerja sama dengan Mitra Utama Indolab untuk melakukan agenda instalasi alat laboratorium Biobase CO2 Incubator BJPX-C50 yang akan digunakan dalam penelitian dan pengembangan di laboratorium farmasetika.
Biobase BJPX-C50 CO2 Incubator adalah alat laboratorium yang digunakan untuk menumbuhkan dan memelihara sel-sel atau jaringan dalam lingkungan yang dikontrol. Incubator ini dirancang untuk menyediakan kondisi optimal bagi pertumbuhan sel-sel yang memerlukan gas CO2. Incubator ini memastikan stabilitas lingkungan selama pemeliharaan jaringan yang sangat penting untuk mendapatkan hasil yang konsisten dan akurat. Biobase BJPX-C50 CO2 Incubator juga dilengkapi dengan sistem alarm yang sensitif, yang akan memberi informasi kepada pengguna jika terjadi fluktuasi suhu atau tekanan dalam unit. Selain itu, incubator ini memiliki kendali gas CO2 yang akurat dan dapat diatur, sehingga pengguna dapat menciptakan kondisi yang ideal untuk pertumbuhan sel-sel tertentu.
Biobase CO2 Incubator BJPX-C50 dilengkapi dengan LCD touch screen yang memudahkan pengguna untuk mengatur parameter sesuai kebutuhan. Dengan kapasitas 50L, Biobase CO2 Incubator BJPX-C50 ini dapat digunakan berbagai laboratorium. Alat ini memiliki fitur CO2 gas filter dan HEPA filter yang membantu menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan dalam inkubator. Selain itu, Biobase BJPX-C50 ini juga dilengkapi dengan pemanas air jaket untuk tempat menyimpan air sebagai sistem pendinginan, sehingga suhu dalam inkubator dapat tetap stabil.
Jangkauan temperatur dalam Biobase CO2 Incubator BJPX-C50 adalah 5~60 ℃, yang dapat diatur melalui microcomputer controller. Pengaturan waktu pada inkubator ini juga sangat fleksibel, dengan rentang waktu hingga 999 jam atau dapat diatur untuk terus menerus. Alat ini dilengkapi dengan alarm audio dan visual untuk memperingatkan pengguna jika terjadi kelebihan suhu atau konsentrasi CO2 di dalam inkubator. Dengan demikian, pengguna dapat segera mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga stabilitas lingkungan dalam inkubator.
Inkubator ini memiliki ruang penyimpanan yang luas, terdiri dari 2 rak bagian dalam yang dapat digunakan untuk menyimpan sampel biologis. Pintu inkubator terdiri dari dua lapisan, dimana material pintu bagian luar terbuat dari cold rolled steel dengan lapisan pengecatan, sementara material pintu bagian dalam terbuat dari stainless steel yang tahan karat. Dengan jangkauan CO2 sebesar 0~20% menggunakan sensor infared, pengguna dapat memantau dan mengatur konsentrasi CO2 sesuai kebutuhan. Konsumsi daya alat ini sebesar 350W, sehingga hemat energi namun tetap efisien dalam menjaga suhu dan konsentrasi CO2 di dalam inkubator. Ukuran internal CO2 Incubator BJPX-C50 adalah 337x338x443mm, sementara ukuran eksternalnya adalah 500x527x821mm, dengan berat 68kg.
Biobase CO2 Incubator BJPX-C50 adalah alat yang digunakan untuk menanam sel atau jaringan hewan dan tumbuhan dalam lingkungan yang dikontrol, termasuk suhu, kelembaban, dan konsentrasi CO2. Alat ini sangat penting dalam penelitian bioteknologi karena dapat mensimulasikan kondisi yang mirip dengan tubuh manusia atau hewan. Dengan adanya alat ini, laboratorium farmasetika SF ITB akan memiliki fasilitas yang lebih lengkap dan canggih untuk melakukan penelitian. Selain itu, alat ini juga akan membantu mahasiswa dan peneliti dalam mempelajari proses tumbuh kembang sel dan jaringan dalam lingkungan yang terkontrol.
Proses instalasi alat biobase BJPX-C50 CO2 Incubator di laboratorium farmasetika ITB dilakukan oleh tim teknisi Mitra Utama Indolab yaitu Eran Pramana yang memastikan bahwa alat ini diatur dengan benar dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Setelah proses instalasi selesai, tim teknisi juga memberikan pelatihan kepada pengguna agar mereka dapat menggunakan alat ini dengan efektif dan efisien. Dengan adanya alat diharapkan penelitian dan pengembangan di bidang farmasi akan semakin berkembang pesat. Mahasiswa dan peneliti akan memiliki akses ke fasilitas yang lebih baik untuk melakukan penelitian dan menghasilkan inovasi-inovasi baru di bidang farmasi.
