Transilluminator merupakan alat yang banyak digunakan di dalam laboratorium untuk melihat atau memvisualisasikan sampel yang mengandung zat fluoresen seperti DNA, protein, atau membran setelah proses elektrforesis atau pewarnaan. Transilluminator digunakan dalam berbagai aplikasi laboratorium, termasuk biologi molekuler, genetika, forensik, dan penelitian ilmiah lainnya. Dengan menggunakan transilluminator mempermudah untuk melihat dan menganalisis sampel fluoresen lebih akurat. Alat ini bekerja dengan memancarkan gelombang cahaya tertentu seperti sinar ultraviolet atau cahaya biru. Ketika sampel fluoresen diletakkan di atas transilluminator, energi dari sumber cahaya akan dieksitasi oleh pewarna fluoresen dalam sampel. Selanjutnya pewarna fluoresen akan memancarkan cahaya dengan panjang gelombang lebih tinggi yang dapat dilihat dengan jelas. Sampel yang mengandung pewarna fluoresen seperti DNA, RNA, dan protein akan terlihat. Untuk menghindari paparan cahaya dari transilluminator dan kerusakan pada sampel atau alat maka harus menggunakan transilluminator sesuai dengan petunjuk penggunaan dan keamanan yang disarankan.


Berikut merupakan cara menggunakan transilluminator:

  1. Persiapkan sampel yang akan divisualisasikan dengan transilluminator, sampel dalam keadaan telah dielektroforesis atau diwarnai dengan pewarna fluoresen,
  2. Nyalakan transilluminator, pastikan sesuai dengan petunjuk penggunaan dan transilluminator ditempatkan di tempat stabil dan aman.
  3. Letakkan gel sampel pada posisi yang benar di atas transilluminator.
  4. Nyalakan sumber cahaya pada transilluminator
  5. Nyalakan transilluminator. Jika menggunakan transilluminator sinar ultraviolet, hindari paparan langsung sinar ultraviolet pastikan mengenakan kacamata pelindung
  6. Sampel yang mengandung pewarna fluoresen dapat terlihat melalui pancaran cahaya pada transilluminator.
  7. Matikan transilluminator dari sumber cahaya dan matikan alat sesuai dengan petunjuk penggunaan.

Jenis transilluminator DNA yang berbeda memiliki kelebihan dan kekurangan. Jenis transilluminator DNA yang tepat dipilih berdasarkan kebutuhan dan preferensi pengguna. Di bawah ini merupakan jenis transilluminator yang dikelompokkan berdasarjab sumber cahayanya, di antaranya:

1. UV Transilluminator

merupakan jenis transilluminator dengan sumber cahaya menggunakan sinar ultraviolet (UV). Sinar ultraviolet dapat memindahkan zat pewarna fluoresen pada sampel, sehingga sampel dapat terlihat pancaran cahaya berwarna orange keputihan dari sampel. Berikut merupakan produk UV Transilluminator yang tersedia di Mitra Utama Indolab dan banyak digunakan di laboratorium :

Bioevopeak UV Transilluminator GEP-UV2

Bioevopeak UV Transilluminator GEP-UV2 merupakan UV transilluminator yang banyak digunakan di laboratorium sebagai visualisasi sampel yang mengandung pewarna fluoresen seperti DNA, RNA, protein, dan lainnya. GEP-UV2 hadir dengan pengoperasian yang sederhana dan nyaman.  Penggunaan alat ini tidak memerlukan ruangan gelap untuk mendapatkan hasil visualisasi yang optimal. Difasilitasi dengan lampu UV filter kuarsa tahan lama dengan pencahayaan yang baik. Dilengkapi juga dengan cover sangat kokoh yang bukaan datar 180° sebagai pelindung dari sinar UV. Alat ini memiliki tempat pengoperasian untuk pemotongan gel. Desain GEP-UV2 tahan air untuk mencegah cairan penyangga dari korosi dan terjadi kebocoran. Memiliki ukuran transmisi panjang gelombang UV 302+365nm dengan area eksposur 21x21cm. Ukuran dari GEP-UV2  adalah 355 x 315 x 108mm dan berat bersih 3.9kg. Alat ini cocok digunakan untuk eksitasi dan pemulihan asam nukleat dan pewarna gel protein seperti EtBr, SYBR® Safe, SYBR Gold, SYBR® Green I & II, SYPRO® Ruby, SYPRO® Orange, Coomassie Fluor™ Orange stains, Gel Green, Gel Merah dan Lumitein™.

2. LED Transilluminator

merupakan jenis transilluminator menggunakan Light Emitting Diode (LED) sebagai sumber cahaya. Terdapat beberapa jenis LED Transilluminator di antaranya Blue LED Transilluminator dan Dual LED Blue/White Light Transilluminator. Blue LED Transilluminator menggunakan gelombang cahaya biru untuk visualisasi DNA, sedangkan Dual LED Blue/White Light Transilluminator menggunakan kombinasi gelombang biru dan putih. Berikut merupakan produk LED Transilluminator yang tersedia di Mitra Utama Indolab dan banyak digunakan di laboratorium :

BIO-HELIX – BP001CU BluPAD Dual LED Blue/White Light Transilluminator

BIO-HELIX – BP001CU BluPAD Dual LED Blue/White Light Transilluminator merupakan jenis LED transilluminator  yang dirancang dengan sumber cahaya ganda di antaranya cahaya LED biru dan putih dengan jangkauan penerapan dan kompatibilitas yang luas. Alat ini digunakan untuk mengamati dan mengvisualisasikan sampel yang telah diwarnai dengan pewarna fluoresen seperti DNA, RNA, dan Protein dengan nyaman dan aman. Dilengkapi dengan filter magnetik tanpa engsel untuk menghindari kerusakan pada filter di dekat engsel. Pengamatan dan pemotongan gek dapat dilakukan tanpa memerlukan kacamata pelindung. Difasilitasi dengan sumber cahaya LED dari bawah ke atas untuk mencegah gangguah dari cahaya reflektif yang disebabkan oleh pencahayaan samping sehingga meningkatkan kualitas visualisasi sampel. Lampu LED tahan lama dan aman yang tidak menyebabkan kerusakan pada mata dan kulit atau dari sampel. Intensitas cahaya LED dapat diatur hingga tiga tingkatan untuk menyesuaikan intensitas dan kontras cahaya berdasarkan jumlah sampel atau kebutuhan pengamatan. Terdapat fitur pematian lampu LED otomatis 5 menit untuk melindungi transilluminator dari resiko kelalalian operasional pengguna. Alat ini berukuran  18.5 x 22 x 3 cm dengan dimensi tampilan gel 12 x 18 cm. Desain BP001CU dibuat lebih stabil dan kompak untuk kemudahan mobilitas  dan penyimpanan, cocok untuk pengamatan eksperimental di lapangan.